Sapi perah adalah
ternak yang produksi utamanya adalah air susu. Susu merupakan hasil akhir dari
ternak perah. Kebutuhan akan susu sekarang meningkat sehingga perlu
dilakukan peningkatan produksi susu, namun susu yang hasilkan juga harus
higienis, tidak tercemar dan terjamin kualitasnya. Untuk menghasilkan
susu yang terjamin kualitasnya maka, penanganan, peralatan dan pemerahan harus
dilakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap susu,
disamping kualitas dan kesehatan susu akan terjamin.penanganan dalam pemerahan
sapi sebenarnya mudah dan biasanya para peternak lokal melakukan pemerahan
dengan sistem manual atau diperah menggunakan tangan,pemerahan model ini memang
efektif bagi peternak lokal yang hanya memiliki beberapa ekor sapi namun cara
model tersebut tidak efektif jika peternak memiliki jumlah sapi ribuan, untuk
itu kita menggunakan yang lebih efektif atau modern dengan menggunakan
mesin.dalam sistem pemerahan ada 3 model yaitu : Sistem ember (Bucket
system), Sistem Pipa (Pipe line system) , dan Sistem
Bangsal Pemerahan (Milking parlor system)
kali ini saya akan
membahas prosedur pemerahan dengan sistem bangsal atau milking parlor system,
dalam penjelasan yang saya dapatkan dari pengalaman saya sendiri.sebaiknya kita
mengetahui pengertian dari Sistem Bangsal itu sendiri.
Pemerahan berlangsung di
suatu bangsal atau ruang khusus yang disiapkan untuk pemerahan.Di bangsal ini
ditempatkan beberapa mesin perah.Setiap satu mesin melayani seekor sapi.Sasu
hasil pemerahan langsung ditampung di tangki pendingin (cooling unit) sesudah
melalui tabung pengukur produksi yang terdapat pada setiap mesin. Sapi yang
akan diperah digiring ke bangsal pemerah melalui suatu tempat (holding area)
yang luasnya terbatas dan sapi berdesakan. Di holding area sapi dibersihkan
dengan sprayer dari segala arah, selanjutnya sapi satu per satu masuk
bangsal (milking parlor).
Sistem bangsal perah (milking
parlor system) mempeunyai bentuk yang bermacam-macam, antara lain:
a) Sistem
sirip ikan tunggal atau ganda (single/double heringbone milking, parlor)
b) Sistem
sirip ikan berbentuk wajik (heringbone diamond shaped polygon milking parlor}
c) Sistem
komidi putar (rotary milking parlor)
dalam pemerahan yang akan saya
jelaskan yaitu menggunakan system sirip ikan ganda dan ini saya pelajari dari
pengalaman saya sendiri.
1.
Hal
yang perlu disiapkan
-
Sapi
laktasi
-
Iodine
-
Tissue
-
Dipping
-
Peternak
yang bersih ( bersih kesehatan ,baju,dll )
2.
Langkah
– langkah pemerahan
1.
Masukkan
sapi satu persatu kedalam bangsal ( ingat ! jangan menggunakan benda tumpul
untuk menggiring sapi kedalam bangsal karena bisa membuat sapi stress dan bisa
menurunkan produksi susu sapi )
2.
Lakukan
post dipping pada ambing sapi ( post dipping adalah mencelupkan putting sapi
secara keseluruhan kedalam iodine sebelum diperah ) hal ini bertujuan untuk
pembersihan ambing
3.
Lakukan
pengelapan dengan tissue ( ingat ! satu tissue satu sapi )
4.
Lakukan
pengecekan mastitis pada tiap ambing sapi dengan cara stripping (memerah dengan
tangan)
5.
Lakukan
pemerahan dengan mesin
6.
Jika
susu sapi sudah habis mesin akan otomatis mengakat sendiri ketempat semula
7.
Lakukan
pre dipping pada ambing sapi ( pre dipping adalah mencelupkan putting sapi
secara keseluruhan kedalam iodine setelah diperah )hal ini bertujuan untuk
menutup lubang putting agar bakteri atau mikroba yang merugikan tidak masuk
kedalam putting yang nantinya bisa menyebabkan mastitis.
8.
Keluarkan
sapi dari bangsal
Semoga bermanfaat J


1 komentar:
terimakasih bro
Posting Komentar