Zombie Hand Pointer

Selasa, 19 Mei 2015

menghilangkan rasa pahit di daun pepaya

Diposting oleh Unknown di 07.43 0 komentar
masakan daun pepaya mungkin masih asing terdengar ditelinga anak zaman sekarang, namun masakan ini sangat digemari oleh banyak orang..daun memiliki kandungan Pada daun pepaya terdapat getah pepaya (ditemukan juga pada batang dan buah), getah tersebut mengandung enzim yang bernama papain. Enzim papain sejenis protease dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Disamping enzim papain, daun juga mengandung zat-zat lain diantaranya: vitamin A, vitamin B1, vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, air, kalori dan carposide (berkhasiat sebagai obat cacing).rasa daun pepaya yang pahit menjadi alasan sebagian besar orang yang tidak menyukai masakan pepaya ,disini saya akan menjelaskan cara menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya,check it out

langkah pertama pilihlah daun pepaya yang muda yang terletak paling ujung atas
kedua hilangkan tangkainya
lalu rebus daun dengan tanah liat ( dosis tanah liat sesuai selera )
kemudian setelah masak cuci bersih daun pepaya dengan air yang mengalir
dan selanjutnya olah daun pepaya sesuai selera

Jumat, 15 Mei 2015

Share Rani - Si Gembala Sapi(http---gratis-lagu.wapka.mp3 - 4 MB

Diposting oleh Unknown di 23.12 1 komentar
Share Rani - Si Gembala Sapi(http---gratis-lagu.wapka.mp3 - 4 MB

prosedur pemerahan dengan sistem bangsal

Diposting oleh Unknown di 22.56 1 komentar
Sapi perah adalah ternak yang produksi utamanya adalah air susu. Susu merupakan hasil akhir dari ternak perah.  Kebutuhan akan susu sekarang meningkat sehingga perlu dilakukan peningkatan produksi susu, namun susu yang hasilkan juga harus higienis, tidak tercemar dan terjamin kualitasnya.  Untuk menghasilkan susu yang terjamin kualitasnya maka, penanganan, peralatan dan pemerahan harus dilakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap susu, disamping kualitas dan kesehatan susu akan terjamin.penanganan dalam pemerahan sapi sebenarnya mudah dan biasanya para peternak lokal melakukan pemerahan dengan sistem manual atau diperah menggunakan tangan,pemerahan model ini memang efektif bagi peternak lokal yang hanya memiliki beberapa ekor sapi namun cara model tersebut tidak efektif jika peternak memiliki jumlah sapi ribuan, untuk itu kita menggunakan yang lebih efektif atau modern dengan menggunakan mesin.dalam sistem pemerahan ada 3 model yaitu : Sistem ember (Bucket system), Sistem Pipa (Pipe line system) , dan   Sistem Bangsal Pemerahan (Milking parlor system)
kali ini saya akan membahas prosedur pemerahan dengan sistem bangsal atau milking parlor system, dalam penjelasan yang saya dapatkan dari pengalaman saya sendiri.sebaiknya kita mengetahui pengertian dari Sistem Bangsal itu sendiri.
Pemerahan berlangsung di suatu bangsal atau ruang khusus yang disiapkan untuk pemerahan.Di bangsal ini ditempatkan beberapa mesin perah.Setiap satu mesin melayani seekor sapi.Sasu hasil pemerahan langsung ditampung di tangki pendingin (cooling unit) sesudah melalui tabung pengukur produksi yang terdapat pada setiap mesin. Sapi yang akan diperah digiring ke bangsal pemerah melalui suatu tempat (holding area) yang luasnya terbatas dan sapi berdesakan. Di holding area sapi dibersihkan dengan sprayer dari segala arah,  selanjutnya sapi satu per satu masuk bangsal (milking parlor).
Sistem bangsal perah (milking parlor system) mempeunyai bentuk yang bermacam-macam, antara lain:
a)   Sistem sirip ikan tunggal atau ganda (single/double heringbone milking, parlor)
b)   Sistem sirip ikan berbentuk wajik (heringbone diamond shaped polygon milking parlor}
c)    Sistem komidi putar (rotary milking parlor)
dalam pemerahan yang akan saya jelaskan yaitu menggunakan system sirip ikan ganda dan ini saya pelajari dari pengalaman saya sendiri.
1.      Hal yang perlu disiapkan
-          Sapi laktasi
-          Iodine
-          Tissue
-          Dipping
-          Peternak yang bersih ( bersih kesehatan ,baju,dll )
2.      Langkah – langkah pemerahan
1.      Masukkan sapi satu persatu kedalam bangsal ( ingat ! jangan menggunakan benda tumpul untuk menggiring sapi kedalam bangsal karena bisa membuat sapi stress dan bisa menurunkan produksi susu sapi )
2.      Lakukan post dipping pada ambing sapi ( post dipping adalah mencelupkan putting sapi secara keseluruhan kedalam iodine sebelum diperah ) hal ini bertujuan untuk pembersihan ambing
3.      Lakukan pengelapan dengan tissue ( ingat ! satu tissue satu sapi )
4.      Lakukan pengecekan mastitis pada tiap ambing sapi dengan cara stripping (memerah dengan tangan)
5.      Lakukan pemerahan dengan mesin
6.      Jika susu sapi sudah habis mesin akan otomatis mengakat sendiri ketempat semula
7.      Lakukan pre dipping pada ambing sapi ( pre dipping adalah mencelupkan putting sapi secara keseluruhan kedalam iodine setelah diperah )hal ini bertujuan untuk menutup lubang putting agar bakteri atau mikroba yang merugikan tidak masuk kedalam putting yang nantinya bisa menyebabkan mastitis.
8.      Keluarkan sapi dari bangsal

Semoga bermanfaat J


 

swastika prawita sari Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting